Tampilkan postingan dengan label Oleh: Siti Sayyidatunnisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oleh: Siti Sayyidatunnisa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 11 Januari 2025

Keterbatasan Sarana dalam Pembelajaran di SDN Sirnarasa


Seorang Guru sedang mengajar di SDN Sirnarasa, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada tanggal 11 Januari 2025. Saat penyampaian materi, guru masih menggunakan spidol serta papan tulis karena tidak adanya sarana serta keterbatasan perangkat elektronik seperti komputer dan proyektor. Hal ini menghambat visualisasi materi dan menurunkan minat belajar siswa.

Kamis, 02 Januari 2025

Langkah Baru Pendidikan Indonesia: Pemerintah akan kembali menggelar Ujian Nasional?

Pemerintah berencana untuk mengadakan kembali ujian nasional (UN) sebagai evaluasi akhir hasil belajar siswa. Langkah ini dibuat sebagai alat ukur ketercapaian akademis siswa tingkat nasional. Namun, menurut beberapa pihak, UN masa mendatang berbeda dengan UN masa lampau. Adanya evaluasi dengan melihat keberhasilan serta pengalaman sejarah menimbulkan pemikiran untuk mengubah sistem evaluasi baru yang lebih efektif berbeda dengan sebelumnya.

Keputusan tersebut diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang diterbitkan baru-baru ini. Adapun keputusan tersebut menyebutkan bahwa kebijakan ini dilakukan hanya untuk sekolah-sekolah yang sudah terakreditasi. Adapun pelaksanaan UN itu sendiri tidak langsung dilaksanakan serentak pada tahun 2025, karena dibutuhkan beberapa persiapan dalam pelaksanaannya secara matang dan menyeluruh sehingga dapat tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif.

Beberapa pihak menyambut positif kebijakan ini, adanya pelaksanaan UN kembali membuat siswa mengetahui sampai mana pemahamannya pada pembelajaran. UN itu sendiri lebih menekankan kepada hasil evaluasi per masing-masing siswa sehingga dapat menentukan kelulusan. Menyangkut kebijakan sebelumnya yakni pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) yakni Nadiem Makarim yaitu pada tahun 2021 silam. Berbeda dengan UN, Pelaksanaan AN lebih menekankan pada pengevaluasian semua komponen yang terdapat dalam sekolah. Mulai dari kompetensi siswa, pendidik hingga sistem sekolah yang terdapat dialaminya. 

Pada dasarnya, diantara kedua sistem tersebut sama-sama mempunyai kelemahan serta kelebihan tersendiri. Keduanya sama-sama mempunyai tujuan sebagai alat ukur keberhasilan capaian akademis siswa di tingkat nasional. Dengan adanya perubahan kembali mengenai kebijakan pemerintah mengenai pelaksanaan UN kembali, beberapa pihak berharap bahwa hal ini menjadi langkah kecil yang dapat menciptakan pendidikan di Indonesia berkembang dan dapat mencapai tujuan Indonesia emas 2045 pada masa mendatang.


Informasi dalam artikel ini dikutip dari laporan kompas.com yang diterbitkan pada 1 Januari 2025.

Sabtu, 14 Desember 2024

Urgensi Masalah Lingkungan: Kegiatan Proyek MKWK ke-2 di SMA Muhammadiyah Sukabumi


Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia semester tiga sukses menyelenggarakan kegiatan Implementasi Proyek Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) ke-2 dengan tema Urgensi Masalah Lingkungan di Sukabumi. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Kamis, 12 Desember 2024 yang bertempatkan di SMA Muhammadiyah Sukabumi dengan dihadiri oleh Mahasiswa PBSI Angkatan 2023 disertai Bapak Dosen penanggung jawab yaitu Bapak Setiono dan siswa siswi SMA Muhammadiyah Sukabumi. Acara ini diadakan setelah menindaklanjuti kegiatan di bulan April kemarin yakni kegiatan MKWK pertama yang bertemakan tentang Toleransi dalam Perbedaan Puasa dan Hari Raya. 

Rangkaian kegiatan acara ini mencakup sambutan dari Bapak Setiono sebagai penanggung jawab. Dalam sambutannya, Bapak Setiono berharap bahwa acara ini dapat membuka kesadaran siswa tentang pentingnya pemahaman akan masalah urgensi lingkungan dan semoga dengan adanya acara ini dapat menjadi ladang pahala setelah adanya kesadaran dan rasa empati terhadap korban bencana dalam akibat dari masalah lingkungan. 

Acara selanjutnya yaitu penyampaian materi mengenai masalah lingkungan dan materi teks persuasi. Lalu setelah penyampaian materi, siswa siswi kelas 10 sampai kelas 12 memilih minat dan bakat yang mereka minati. Ada tiga keminatan diantaranya yaitu puisi, poster digital, dan vidio vlog. Ketiga keminatan tersebut dipilih berdasarkan keminatan siswa, para penanggung jawab dalam keminatan masing-masing memberikan serta membimbing dalam menjelaskan antar keminatannya serta memberikan contoh dan siswa diarahkan untuk membuat hasil proyek sesuai dengan keminatannya.

Tujuan dalam pembuatan proyek ini yaitu untuk mengajak siswa siswi bersama-sama dalam menjaga lingkungan dan memberikan kesadaran akan pentingnya permasalahan mengenai masalah lingkungan. Dengan adanya kegiatan ini, siswa siswi dapat lebih memahami serta menyadari akan pentingnya menjaga lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

Kamis, 05 Desember 2024

Dua Mahasiswa UMMI Menjadi Delegasi dalam Kegiatan Musyawarah Wilayah II Ke-3 Ikatan Mahasiswa PGSD Indonesia di Yogyakarta


Kegiatan Musyawarah Wilayah II ke-3 Ikatan Mahasiswa PGSD Indonesia sukses dilaksanakan pada tanggal 21-24 November 2024. Acara ini dilaksanakan di Universitas Nahdahtul Ulama Yogyakarta yang diikuti oleh delegasi dari setiap Himpunan Mahasiswa PGSD Se-WIlayah II yakni mencakup daerah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. 

Ikatan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (IKMA PGSD) Indonesia merupakan organisasi dan wadah bagi mahasiswa PGSD tingkat nasional, wilayah dan daerah yang bergerak serta berpartisipasi dalam menyelesaikan pendidikan bangsa dan mengawal kebijakan pemerintah yang berhubungan dengan pendidikan. Tema dalam kegiatan ini yakni "mewujudkan kepemimpinan integritas dalam budaya literasi, sebagai arah maju menuju Indonesia emas".

Adapun Rangkaian kegiatannya diawali dengan Seminar Pendidikan Nasional yang diikuti oleh para peserta Musyawarah wilayah II. Penyampaian materi Seminar Pendidikan ini disampaikan oleh Wakil Rektor bidang riset inovasi dan transformasi sosial Universitas Nahdahtul Ulama yakni DR. Suhadi, M.A. mengenai Kepemimpinan yang berintegritas dan materi lainnya tentang  Literasi dan Visi misi pada era Indonesia Emas 2045. 

Setelah selesainya kegiatan Seminar Pendidikan, acara selanjutnya dilanjutkan dengan kegiatan inti Musyawarah Wilayah untuk menentukan kepengurusan Wilayah II yang baru yang akan menjadi regenarasi kepengurusan selanjutnya. Kegiatan inti Musyawarah Wilayah II ini dilaksanakan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Yogyakarta (BBPMP Yogyakarta).

Dalam penentuan kepengurusan selanjutnya, Mahasiswa yang di delegasi dari Universitas Muhammadiyah Sukabumi masuk dalam kepengurusan tersebut. Mahasiswa tersebut yaitu Novia Fitriani sebagai anggota Departemen Pengkajian dan Advokasi dan Khalista Bunga Mawarni sebagai anggota Departemen Pendidikan dan Penelitian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan jaringan dan kerjasama dalam berkolaborasi guna bertukar informasi dan pengetahuan demi pendidikan yang lebih baik lagi.

Keterbatasan Sarana dalam Pembelajaran di SDN Sirnarasa

Seorang Guru sedang mengajar di SDN Sirnarasa, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi pada tanggal 11 Januari 2025. Saat penyampaian materi, guru...